Senin, 10 Oktober 2016

Cinta Butuh Pengertian
Stefan dan Angel adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latarbelakangnya. Keluarga Angel berasal dari keluarga yang kaya raya  dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Stefan hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan hidupnya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Stefan sangat mencintai Angel. Stefan telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Angel dan Angel kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Stefan telah menuliskan harapannya kepada Angel. Banyak sekali harapan yang telah Stefan ungkapkan kepada Angel. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”, “Semoga Tuhan melindungi Angel dari Bahaya”, “Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”, dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan Stefan kepada Angel.
Suatu hari Stefan melihat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Stefan berkata kepada Angel : “Angel, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua!”. Saat mendengar perkataan Stefan yang demikian, menangislah Angel dan berkata “Stef, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”. Saat mendengar itu Stefan pun bagai disambar petir. Ia kemudian mulai marah kepada Angel. Ia mengatai Angel matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan akhirnya Stefan meninggalkan Angel yang menangis seorang diri.
Stefan mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Angel dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam sebulan Stefan menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang dimana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan bonafit dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% Saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorang pun tak kenal Stefan, ia adalah bintang kesuksesan.
Suatu hari Stefan pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan dibawah derasnya hujan. Suami-istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Stefan pun penasaran dan mendekati suami-istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami-istri itu adalah orang tuanya Angel.
Stefan mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang tuanya Angel, tetapi hati nuraninya melarang keras. Stefan membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tuanya Angel.
Stefan sangat terkejut ketika didapati orang tuanya Angel memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Angel dalam makam itu. Stefan pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Angel untuk menemui orang tuanya Angel.
Orang tuanya Angel pun berkata kepada Stefan : “Stef, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Angel yang terkena kanker rahim ganas. Angel menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu”. Orang tuanya Angel menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Stefan. Stefan membaca surat itu.
“Stef, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin bisa disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimental yang penuh keputusasaan yang akan membuat hidupmu hancur. Aku tau semua tabiatmu Stef, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Steff…..”
Setelah membaca surat itu, menangislah Stefan. Ia telah berprasangka buruk terhadap Angel begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Angel teriri-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Angel kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Angel mengharapkan kehadirannya disaat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Angel sebagai orang matre tak berperasaan. Angel telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar